Oct 22, 2010

100 Nasi Box


Awalnya ide ini didapat dari tulisan Jaya Setiabudi di blognya berjudul terapi nasi bungkus. Satu bulan yang lalu saya dan kawan-kawan di studio mulai mempraktekan. Tidak banyak, hanya sekitar 15 bungkus makanan. Hari jumat dipilih karena dari yang diajarkan orang tua saya pahala bersedekah di hari jumat seperti pahala sedekah dibulan ramadhan.

Pengalaman pertama membagikan makan siang memunculkan dua perasaan sekaligus. Senang karena bisa berbagi, tapi sedih dan malu karena tak banyak yang bisa diberikan. Dari pengalaman pertama itulah, di hari jumat berikutnya jumlah digandakan menjadi 30 kotak. Lagi-lagi perasaan senang dan syukur muncul namun bersamaan dengan itu rasa sedih semakin menjadi. Ingin rasanya berbagi lebih banyak.

Akhirnya munculah ide. Mulai dari kawan-kawan terdekat, model-model di studio dan klien-klien sepertinya bisa diajak terlibat. Maka dicanangkanlah gerakan "100 nasi box setiap jumat".

Untuk membuat ajakan itu menarik maka dibuatlah slide presentasi. Siang itu kebetulan Meriza, model yg juga sahabat baik saya sedang melakukan pemotretan katalog pakaian di studio. Di sela-sela pemotretan itu saya ambil beberapa stok foto yang bsa mendukung presentasi nantinya. Waw beruntung sekali yah dia bisa bersedekah lewat wajah yang cantik heheh..

Malamya ajakan dalam bentuk presentasi siap dipublikasikan. Fans page FILE yang berisi lebih dari enam ribu orang menjadi tempat yang pas buat mengkampanyekan, ditambah via twitter dan kontak di blackberry messanger. Luar biasa responnya dalam beberapa jam sudah terkumpul sejumlah uang.

Semoga niat tulus ini bisa rutin berjalan. Thanks teman-teman untuk dukungannya. Semoga rezekinya berlipat dan dimudahkan segala urusannya...!! :)
Check out this SlideShare Presentation:

View more presentations from Azmi File.



Oct 20, 2010

Jogging Track


Beberapa bulan terakhir jogging pagi menjadi kebiasaan baru saya. Selain udaranya segar, olahraga pagi membuat saya memaksakan diri untuk mulai beraktivitas sepagi mungkin.

Pagi ini ada yg berbeda di lintasan jogging. Karena semalam bandung diguyur hujan lebat, lintasan menjadi basah dan orang2 berlari di pinggir lintasan.

Ada yang menarik ketika saya duduk2 di tepi lapangan setelah menyelesaikan beberapa putaran jogging saya. Seorang bapak berusia setengah baya baru saja datang, dan bertemu kawan joggingnya yg kebetulan keturunan tionghoa,
Mr 1: Wah becek nih lapangan
Mr 2: Ga masalah! Ayo lari dilintasan.. Niat ksini kan olahraga.

Duarr!!!
Seketika seperti disadarkan.. Seperti di dalam bisnis seringkali kita menyerah saat dihadang rintangan. Padahal bisa jadi rintangan itu tidak besar, hanya hal-hal sepele yang semestinya mudah dilewati..

Dari kejadian tadi saya belajar. Tak heran banyak pengusaha keturunan tionghoa yang sukses berbisnis. Mungkin kunci suksesnya sesederhana itu, tidak takut becek di lintasan.. :)

Semangat baru saya dapat pagi ini. Sekarang saatnya kembali ke studio dan konsisten terus jalankan bisnis fotografi.

Oct 10, 2010

Diselamatkan Balon


Anda datang ke pasar seni barusan? Wow tau sendiri kan padatnya seperti apa? Saya belum punya data prediksi pengunjung yang datang, tapi saya yakin puluhan ribu jumlahnya.

Bagi pedagang saya lihat ini traffic yang luar biasa. Banyak stand-stand produk retail yang habis stoknya. Bahkan benda- benda seni exclusive yg terbilang mahal pun laris terjual. Belum lagi pedagang minuman dan makanan yang ikut ketiban rejeki.


Sedikit saya ingin berbagi. Inspirasi didapat saat jalan-jalan tadi di pasar seni. Pengunjung yang begitu padat membuat stand-stand tidak bisa dikunjungi satu persatu dengan leluasa. Saking padatnya arus manusia, banyak stand yang hanya dilalui begitu saja.

Tapi tadi saya lihat ada satu stand pakaian yg cerdik. Saya lupa namanya dan ga sempat memotretnya. Brand pakaian ini membagi-bagikan balon gratis bertuliskan merk mereka. Jadi meskipun luar biasa padatnya brand mereka terlihat lalu lalalang ditengah padatnya orang. Ahh jadi ide baru nih suatu saat kalau ikut pameran, apalagi dengan traffic sepadat oasar seni ITB.

Ternyata balon bisa menjadi penyelamat di tengah ketidakterliahatan karena traffic yang terlalu padat.

Oct 4, 2010

Kalo Gratis Jangan Nanggung!


Tadi malam saya antar teman model ke salah satu fitness center ternama di Bandung. Dia dateng atas undangan telpon promosi dgn iming-iming gratis menggunakan fasilitas fitness selama 2 minggu.

Tempat dan fasilitas memang luar biasa bagusnya. Sepadan dengan harga iuran per bulan yang untuk ukuran saya saat ini masih boleh dibilang mahal.

Setelah panjang lebar PR menjelaskan fasilitas dan program latihan plus jalan2 liat tempat latihan, mulailah masuk ke harga. Setelah diamati ternyata gratis dua minggu tak lebih dari "jebakan". Fasilitas itu baru bisa kita dapatkan jika kita menjadi member.

Ditulisan ini saya tidak akan membahas promo tadi. Jelas fitness center itu punya alasan sendiri menerapkan metode marketing seperti itu.

Buat saya yang bergerak di bisnis fotografi, justru pengalaman tadi menjadi inspirasi. Promo yang sekedar "jebakan" hanya akan bebuah nihil, atau parahnya membuat calon pelanggan kecewa dan menjadi citra buruk bagi kita. Itulah hebatnya pelanggan. Baru jadi calon aja udah bisa membuat penilaian :)

Nah disinah saya melihat peluang. Kalo kita bisa buat calon pelanggan "terkejut" dengan gratisan tanpa embel-embel, tanpa syarat ini itu, pasti bisa membawa nilai dan image baik buat kita. Oleh karena itulah, setiap bulan FILE memberikan dua free session untuk calon pelanggan.

Metodenya macam-macam. Kadang lewat survey, hadiah quiz, atau lomba foto. Banyak pemenang free session yang gak percaya dan nanya, "mas, ini beneran gratis?"

Dengan cara seperti inilah sebetulnya kita sedang membuka pintu-pintu lain ke pelanggan yang loyal, dan tenaga-tenaga matketing sukarela yang bakal menjadi penyambung lidah untuk mempromosikan jasa kita.

Selamat menggratiskan dan buat pelanggan terkaget-kaget!!

Sep 27, 2010

Inspirasi dari HP Butut

Saya ingat dulu waktu masih getol-getolnya maen band jaman smp dan sma. Ngerengek ga berenti buat dibeliin gitar electric. Ehh belum bosen sama gitar, lanjut minta dibeliin bass electric. Bosen maen musik lanjut merengek minta dibelikan kamera.

Ga pernah sepertinya kita berfikir betapa sayangnya orang tua kita buat menuhi keinginan kita. Ga pernah kita tau atau peduli perjuangan orang tua kita untuk memenuhi keinginan kita. Ga pernah juga kita melihat bagaimana orang tua banyak mengalah dan menunda keinginan untuk mengganti hp-nya yang sudah butut untuk bahagiakan anak-anaknya.

Merintis bisnis saya rasa tidak berbeda jauh dengan belajar menjadi orang tua. Belajar mengalah. Seorang mentor pernah bilang berbisnis itu perjalan spiritual. Bagaimana menekan ego, meningkatkan disiplin, dan menjadi pemimpin dan mitivator bagi diri sendiri. Berbisnin itu adalah memperkaya jiwa.

Berbisnis juga berati menjadi ayah. Ayah untuk bisnis kita. Juga ayah bagi anak buah kita.

Kadang keinginan pribadi harus ditahan dulu untuk memenuhi kebutuhan anak buah. Atau bahkan hak pribadi pun harus ditunda sementara untuk membahagiakan karyawan. Ya itulah berbisnis. Tak perlu anak buah sampai merengek untuk dipenuhi hak-haknya apalagi sampai demo kan? Pebisnislah yang harus inisiatif terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan bawahannya.

Kebahagian sejati justru muncul ketika anak buah tetap kompak dan setia, ketika bisnis mulai tumbuh dan berkembang. Bukan ketika mengeruk sebanyak banyaknya untuk kepentingan pribadi.

Buat kawan-kawan yang sama2 sedang merintis bisnis, ayo lebih banyak mengalah! :)





Sep 21, 2010

Untung 40 Kali Lipat

Sebetulnya saya sudah sangat jarang memberi uang ke pengamen atau peminta-minta di perempatan jalan. Tapi tadi siang di luar kebiasaan, dengan senang hati saya berbagi sedikit rejeki saya untuk seorang pengamen.

Bukan pengamen biasa, tapi seorang bapa tua mengamen dengan sulingnya. Dan bukan sulingnya si bapa yang menjadikannya luar biasa, tp reaksi si bapa setiap mendapat uang pemberian.

Kebetulan kendaraan saya berada 4 mobil di belakang garis perempatan. Saya melihat bapa pesuling itu berdoa sambil memejamkan mata dan mengangkat tangannya setelah mendapat uang. Kelihatan betul kesungguhan saat mendoakan pemberinya. Di mobil kedua dan ketiga pun sama, setelah mendapat uang si bapa meluangkan waktu sampai skitar 15 detik untuk berdoa. Sampai akhirnya di mobil yg saya kemudikan, saya mendapat "service" yang sama juga, didoakan.

Dan fakta menariknya si bapa itu mendapat Rp 4.000 dari 4 mobil yang dia hampiri. 40 kali lebih banyak dr pengamen atau pengemis lain yang hanya mendapat pecahan koin seratus perak dari sekali lampu merah dan lebih dari 6 mobil yang dihampiri.

Dari kejadian itu saya mendapat inspirasi. Mendoakan orang lain dengan sungguh-sungguh ternyata bisa membawa rejeki yang berlipat untuk kita.

Buat saya yang bergerak di bisnis fotografi, semakin murahnya peralatan fotografi berpengaruh ke semakin banyak freelance fotografer dan pesaing baru. Kondisi ini tentu sempat membuat resah, khawatir tidak dapat "porsi kue" di pasar, dan harus menghindari serta tidak tergoda untuk ikut perang tarif yang tidak sehat.

Haha tapi sepertinya kita harus belajar dari bapa pengamen suling tadi. Mendoakan orang lain justru mendatangkan lebih banyak rezeki buat kita. Jadi mari kita mendoakan supaya para freelance muda menjadi sukses, doakan juga pesaing kita mendapat banyak job, bahkan doakan juga mantan partner kita yang membuat bisnis fotografi sendiri berlimpah order.

Semoga semakin banyak fotograger sukses di negeri ini. Amin :)

Sep 15, 2010

Shopping

Kemarin saya baca tweet menarik yg ditulis Jaya Setiabudi, pengusaha sukses dan penulis buku laris The Power of Kepepet. Bunyinya seperti ini "Siapa bilang saya suka baca. Saya inginnya langsung pinter agar langsung sukses. Saya membaca karena harus membayar HARGA untuk sukses."

Seketika saya lansung terfikir shopping. Salah satu hobby saya juga belanja. Entah kenapa rasanya ada kebahagian sendiri tiap habis berbelanja. Malah stress bisa hilang klo sudah berbelanja. Ya mungkin itulah harga yang harus dikeluarkan untuk bahagia, mengeluarkan sejumlah uang untuk berbelanja.

Dua hal di atas sepertinya serupa tapi tak sama ya?

Untuk mewujudkan impian menjadi pengusaha yang sukses sering-seringlah "shopping", membayar harga yang harus di bayar untuk sukses yaitu banyak-banyak membaca dan perkaya wawasan kita. Faktanya memang tak bisa instan menjadi sukses.

Ini dia hasil shopping saya..