Sep 27, 2010

Inspirasi dari HP Butut

Saya ingat dulu waktu masih getol-getolnya maen band jaman smp dan sma. Ngerengek ga berenti buat dibeliin gitar electric. Ehh belum bosen sama gitar, lanjut minta dibeliin bass electric. Bosen maen musik lanjut merengek minta dibelikan kamera.

Ga pernah sepertinya kita berfikir betapa sayangnya orang tua kita buat menuhi keinginan kita. Ga pernah kita tau atau peduli perjuangan orang tua kita untuk memenuhi keinginan kita. Ga pernah juga kita melihat bagaimana orang tua banyak mengalah dan menunda keinginan untuk mengganti hp-nya yang sudah butut untuk bahagiakan anak-anaknya.

Merintis bisnis saya rasa tidak berbeda jauh dengan belajar menjadi orang tua. Belajar mengalah. Seorang mentor pernah bilang berbisnis itu perjalan spiritual. Bagaimana menekan ego, meningkatkan disiplin, dan menjadi pemimpin dan mitivator bagi diri sendiri. Berbisnin itu adalah memperkaya jiwa.

Berbisnis juga berati menjadi ayah. Ayah untuk bisnis kita. Juga ayah bagi anak buah kita.

Kadang keinginan pribadi harus ditahan dulu untuk memenuhi kebutuhan anak buah. Atau bahkan hak pribadi pun harus ditunda sementara untuk membahagiakan karyawan. Ya itulah berbisnis. Tak perlu anak buah sampai merengek untuk dipenuhi hak-haknya apalagi sampai demo kan? Pebisnislah yang harus inisiatif terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan bawahannya.

Kebahagian sejati justru muncul ketika anak buah tetap kompak dan setia, ketika bisnis mulai tumbuh dan berkembang. Bukan ketika mengeruk sebanyak banyaknya untuk kepentingan pribadi.

Buat kawan-kawan yang sama2 sedang merintis bisnis, ayo lebih banyak mengalah! :)





0 comments: